Monday, November 21, 2005

Sejenak Menepi

Menyibak pekatnya malam
Menyusuri jalanan yang mulai lengang
Menikmati indahnya lampu jalanan
Merasakan sejuknya udara malam

Ingin menepi sejenak
Keluar dari lingkaran rutinitas
Keluar dari beban yang menghimpit dada
Keluar dari jerat kehidupan

Rasa gembira menyelinap di relung dada
Seakan tak ada masalah di depan
Yang ada hanya kesenangan
Tuk menikmati kehidupan

Tapi, sudah saatnya kembali ke kehidupan
Saatnya kembali kepada yang nyata

Semua ini bukanlah hukuman
Melainkan anugerah dari Nya
untuk umat ciptaan, yang tertinggi derajatnya
untuk menjadi sama dengan citraNya.


Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy. - Kahlil Gibran

2 comments:

nie said...

Hmmm... kadang2 menepi sejenak itu memang hal yg sangat diperlukan yah?
sejenak refreshing your mind by yourself and HIM of course privately. IT's such a wonderful time... we never know that we might find somethings wonderful out of those usual things. :)

choenhwie said...

Iya Sher, kadang memang butuh sejenak untuk merenung apa yang sudah terjadi dan apa yang akan dilakukan....