Tuesday, January 24, 2006

Terima Kasih Tuhan

Istriku menyambutku kepulanganku dengan wajah cemberut, dan langsung menhujani aku dengan pertanyaan "Kenapa sampai basah kuyup seperti ini, khan kamu membawa jas hujan ?". "Iya, lagi males pake jas hujan" jawabku (malas berdebat).

Hujan yang sudah lama turun dengan deras itu tidak menyurutkan niatku untuk kembali ke rumah tanpa menggunakan jas hujan, tak tahu mengapa karena tak ada alasan yang jelas tapi hasrat dalam hatiku yang memberikan keputusan itu.

Udara dingin dengan cepat membungkus tubuh ini, sehingga membuat gigiku saling beradu sekedar tuk menahannya. Jaket yang aku pakai untuk melapis tubuhku tak dapat menahan banyaknya butiran air yang menghampiri seluruh tubuhku, dan bagaikan orang yang sedang mandi, dari atas rambut sampai ujung kaki tak ada bagian tubuhku yang tak basah.
Butiran hujan yang menyapa kulitku bagaikan jarum yang memasukinya, membuatku kulitku sedikit memerah, dan mulutku sedikit meringis ketika merasakan sakitnya. Butirannya yang mengenai mataku cukup mengganggu dan membuatku lebih berhati-hati untuk memperhatikan sekelilingku.

Kabut cukup tebal menyelimuti pandangan dan membuatku harus berhati-hati untuk mengendarai kuda besi ku ini. Bagaikan berjalan dalam kegelapan, karena praktis mata tak dapat melihat terlalu jauh karena terhalang kabut dan juga butiran air yang sangat bagaikan air diguyurkan dari langit itu.

Langit menampakkan kecantikannya dengan memberikan sinar yang terang, walau hanya sebentar, tetapi kemudian diikuti oleh suara yang cukup menakutkan, bagaikan raksasa yang berteriak, suaranya membahana.

Sambil menikmati segala pemandangan itu, tiba-tiba terlintas dalam pikiranku,"uh, sungguh kecilnya manusia, manusia yang tak berdaya apapun jika dibandingkan dengan alam, dengan diberi kabut dan hujan saja, panca indera utama manusia yaitu mata sudah kehilangan fungsinya." Teringat berita banjir bandang dan banjir lumpur yang menimpa beberapa daerah, "dengan diberi air saja manusia sudah tak dapat berbuat apa-apa, sekuat apapun tenaga yang dimiliki oleh orang itu, dan sehebat apapun ilmunya tak bisa lari dari sergapan air yang sangat banyak itu.", "kenapa manusia harus menyombongkan diri ? kenapa manusia harus menyelakai sesamanya ? apa yang akan disombongkan ? apa yang akan dibuktikan ?".


"Oh Tuhan, terima kasih karena Kau masih beri aku waktu untuk menikmati semua karyaMu, dan terima kasih pula karena dengan karyaMu itu kau sadarkan aku untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang sadar akan keterbatasannya, manusia yang memahami bahwa manusia adalah hanya satu dari segala ciptaanMu. Terima kasih Tuhan, terima kasih. Amin"

Tuesday, January 17, 2006

Ayah...Bunda...Apa Salahku ?

Ayah....Bunda....
Kenapa kau perlakukan aku seperti ini ? Apa salahku ? Bukankah katamu aku adalah malaikat kecilmu ? Bukankah katamu aku adalah pelita kecil dalam kegelapan ?
Sekian waktu tlah kau buang untuk menanti kedatanganku, tetapi kenapa setelah aku datang, kalian malah mengabaikan aku ? kalian malah menyiksaku ? kenapa kalian perlakukan aku lebih hina dari seekor binatang peliharaan ?

Hampir sebagian besar tubuhku berwarna kehitaman, bukan karena terbakar matahari, tapi karena terbakar nafsu amarah kalian, kau tuang minyak tanah ke tubuhku dan kemudian menyalakan api, sehingga tubuhku menjadi hitam seperti ini. Apakah kalian tahu sakitnya ? apakah kalian mau ikut merasakan perihnya ? apakah kalian berpikir efeknya ? Aku tidak yakin bahwa kalian memikirkan dan merasakannya.

Apakah kalian lihat bilur-bilur di kepala, tangan, kaki, dada dan punggungku ? itu semua akibat perbuatan kalian, perbuatan yang dikendalikan oleh nafsu setan kalian. Kalian anggap apakah aku ini ? apakah kalian samakan aku dengan seekor anjing yang bisa kalian pukul, tendang, maupun kalian lempari batu dengan tanpa rasa bersalah ? Pedih, perih, panas, dan nyeri, itu yang aku rasakan, tapi apa yang aku dapat lakukan selain hanya menangis ? sedangkan kalian tetap tak bergeming untuk terus memperlakukan aku seperti itu.

Aku hanyalah anak kecil yang kalian lahirkan ke dunia ini. Anak yang baru berumur beberapa tahun, anak yang masih belum mengetahui apa itu jahat dan apa itu baik, apa itu kebenaran dan apa itu kebohongan, apa itu setan dan apa itu Tuhan, tapi kalian telah siksa aku dengan berbagai macam kekerasan yang aku sedikitpun belum kenal, apa salahku ?
Padahal, kalian tau, aku ini adalah titipan Sang Pencipta pada kalian. Ingat, TITIPAN, bukan pemberian. Kalian dititipi aku, agar aku bisa merasakan apa yang kalian sebut kebahagiaan dunia, agar aku bisa merasakan apa arti kata cinta dan sayang, agar aku bisa merasakan indahnya kehidupan di dunia, tetapi kalian telah merenggutnya lepas, kalian telah menghapus semua.

Ayah....Bunda...
Sekarang aku telah kembali kepada Sang Ilahi, aku tahu bahwa kalian menangis diatas gundukan tanah merahku, tetapi apa gunanya ? betulkah kalian telah menyesal dengan apa yang telah kalian lakukan kepadaku ? apakah kalian benar-benar tidak akan melakukan hal yang sama jika adikku lahir ke dunia ?
Semoga, kalian benar-benar akan mengubah sikap dan tindakan kalian. Disini, aku hanya bisa meminta kepada Sang Maha Pengampun, agar mau mengampuni apa yang telah kalian perbuat kepadaku, biarlah aku menunggu kalian di sisi Allah, disini.


Ditujukan untuk semua anak-anak yang telah disia-siakan oleh orang tuanya, semoga para orang tua lebih bisa menghargai, mencintai dan menyayangi anak-anaknya.

Thursday, January 05, 2006

Kurindu kotamu....

Kurindukan kotamu...
Kota yang memiliki banyak bangunan dengan arsitektur kuno berdiri dengan anggunnya. Kota dimana kapitalisme belum terlalu menyentuh kehidupan. Nuansa budaya masih kental dalam kehidupan penduduknya.

Mbok-mbok nyunggi bakul, menjajakan panganan khas, berjalan kaki nyeker menyusuri jalan raya dan kampung. Panganan khas yang selalu mengingatkan aku saat tak berada disana.
Orang-orang dengan pakaian sederhana yang mengerumuni angkringan sambil njagong dengan kaki yang dinaikkan di kursi sambil nyruput segelas kopi hangat di sore hari. Para musisi yang hidup dari pemberian sedekah di jalan, ditemani dengan selinting rokok hasil karya tangan sendiri, wah nikmatnya.

Suara gamelan mengalun lembut dibelakang hiruk pikuk aktivitas penduduknya, sejuk dan damai dalam jiwa dan pikiran bagi yang mendengarkannya.

Orang-orang yang berlalu-lalang dengan menggunakan dokar sebagai alat transportasi, sebagian yang berjalan menggunakan blangkon, sambil berjalan melenggang, tak tampak tergesa-gesa dan waktu akan selalu menunggu mereka dalam menjalani kehidupan ini, tidak seperti orang yang tinggal di kota besar yang hanya berpikir untuk mengejar waktu. Sikap bersahabat dengan tutur kata yang sangat halus menjadi ciri khas mereka, dimana orang menyapa disitulah sahabat berada, akan damailah dunia jika orang mau menyapa dan membantu orang lain tanpa berpikir balas jasa.

Ketika pagi hari, udara yang dingin terasa sampai menusuk sumsum dan kabut terlihat menyelimuti pandangan, terlihat beberapa kelompok orang, yang sambil menyungging senyum di mulut dan bersenda gurau, nggenjot sepeda kumbang dengan warna yang sudah memudar, saksi riwayat kehidupan pemiliknya.

Pusat pemerintahan yang berdiri dengan megah disudut pusat kota, dengan dinding yang cukup tinggi dan besi-besi yang kuat serta ornamen khas yang menghiasinya, menambah keanggunan. Riwayat mistis memberikan suasana tersendiri bagi yang merasakannya. Para penjaga yang berpakaian abdi dalem resmi terlihat tetap menjalankan tugasnya, walau banyak yang sepuh tapi keceriaan di wajah tak mau kalah dengan semangat yang ada.

Pantai nan indah membentang, pasti banyak cerita terukir. Hikayat legenda hadir di sana, seorang putri cantik yang menjadi penguasa lautan di daerah selatan pulau Jawa. Tak tahu apakah cerita itu benar adanya, yang pasti deru ombak memberikan gambaran betapa manusia adalah manusia lemah dan tak berdaya, yang hanya bisa melakukan kesombongan bagi sesamanya dan dirinya sendiri.

Mendamaikan hati dan jiwa dengan menyaksikan indahnya gunung merapi dan udara yang sejuk yang menyelimutinya. Sungguh hebat Kau Sang Pencipta, menciptakan lukisan sehebat dan seindah ini. Ingin ku melukiskannya dalam pikiran dan jiwaku tuk sekedar menyimpan keindahan itu agar langgeng.

Kapan ku kan bisa kembali ke kotamu ??

Gumregah Merapi anyundhul langit
Padhang mbulan ing candhi Prambanan
Keraton pusering buddhi
Candik ayu ing segara kidul

Tuesday, January 03, 2006

Renungan di Tahun Baru

Suara terompet terdengar nyaring memekakan telinga, dan juga suara kembang api di angkasa yang disulut untuk menyambut tahun baru ini menghiasi angkasa malam dengan warna-warni yang ceria.
Tapi apakah tahun baru ini akan memberikan suasana baru dan kondisi kehidupan yang serba baru juga ?
Masih teringat setahun yang lalu, bagaimana alam memperlihatkan kekuatannya, sebuah kota di ujung utara di porak-porandakannya, semua dihempas oleh gelombang lautan, hanya sedikit yang bertahan, hanya sedikit yang selamat. Kesedihan melanda beribu-ribu manusia di Aceh, gelombang tersebut telah melenyapkan harta benda yang (mungkin) telah mereka kumpulkan bertahun-tahun bahkan mungkin seumur hidup mereka, bahkan yang lebih menyedihkan lagi, banyak anak kehilangan orang tuanya dan orang tua kehilangan anak, banyak kakak kehilangan adiknya dan adik kehilangan kakak, banyak suami kehilangan istri dan istri kehilangan suami, saudara, teman serta orang tersayang. Betapa besar kekuasaan alam dan manusia hanyalah serpihan pasir dari kebesaran alam itu.
Masih teringat betapa kesedihan melanda saat pesawat penumpang itu gagal lepas landas dan jatuh di atas perumahan yang ada, berapa banyak manusia yang tidak tahu menahu harus jadi korban ?
Masih teringat betapa harga bahan kebutuhan hidup yang melonjak naik, karena kenaikan komponen utama dari setiap bahan kebutuhan hidup itu, masyarakat kurang mampu semakin terperosok ke dalam jurang kemiskinan, masyarakat yang hidup pas-pasan harus mengencangkan perut dan mulut, dan masyarakat menengah harus mulai menurunkan standar kehidupannya.
Masih teringat betapa banyak sekali penyakit, flu burung, anthrax, busung lapar yang singgah mengunjungi daerah-daerah di negeri ini, penyakit yang tidak tersangka akan datang mengunjungi dan bahkan menjadi malaikat kematian bagi beberapa orang.
Masih teringat bagaimana berjuta-juta pencari kerja harus berebutan masuk ke area lokasi pameran kerja.
Masih teringat bagaimana beribu-ribu karyawan perusahaan dipecat karena perusahaannya mengaku pailit.

Akankah hal-hal itu akan terulang lagi di tahun ini ? akankah tahun ini akan menjadi tahun kesegaran bagi yang dahaga ? tahun kesuksesan bagi yang gagal ? tahun keselamatan bagi yang terkena bencana ? tahun perdamaian bagi yang sedang berperang ? tahun cinta kasih bagi yang sedang bertikai ?
tak ada yang tau semua itu, hanya Dia yang bisa menjawab itu.
Dan kita sebagai ciptaanNya, apakah punya hak untuk berdiam diri ? apakah punya hak untuk memasrahkan diri pada nasib ? apakah punya hak untuk mengandalkan orang lain yang mengerjakan apa yang sudah jadi kewajiban dirinya ?

Cukup sudah hal-hal buruk yang terjadi pada negara, bumi dan diri. Cukup sudah segala siksa lahir dan batin yang pernah menyapa. Cukup sudah tangis pilu yang pernah terdengar. Cukup sudah sinar kekecewaan yang memancar dari mata.

Semoga di tahun yang baru ini semua yang di cita-citakan bisa tercapai dengan baik. Dan janganlah lupa tuk selalu memohon pada sang kuasa di sana, agar Dia berikan jalan dan restuNya kepada kita semua.

BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA, SELAMAT TAHUN BARU 2006

Friday, December 23, 2005

SELAMAT NATAL

Gita surga terdengar
Mengiringi senandung para malaikat
Mengkidungkan pujian
Tuk menyambut kelahiran Sang Putra

Seorang Putra suci tlah lahir ke dunia
Dengan cita-cita mulia
Kehendak Sang Bapa di Surga
Tuk menebus dosa manusia

Damai diberikannya kepada jiwa
Kasih dan cinta disentuhkannya ke hati
Semoga damai di dunia
Semoga kasih dan cinta meraja di setiap insan dunia

Berbahagialah hai kamu manusia
Yang mendapat kehormatan
Untuk ditebus oleh Sang Putra
Juru selamat dunia

SELAMAT NATAL BAGI TEMAN-TEMAN SEMUA, SEMOGA DAMAI DAN KASIH NATAL SELALU MERAJA DI HATI KITA

Tuesday, December 20, 2005

bunda....

bunda....
anakmu ingin mengucapkan terima kasih
atas semua cinta yang tlah kau berikan selama ini
atas semua perlakukanmu untuk diriku

bunda...
rasa cintamu kepada anakmu
bagaikan matahari yang tanpa lelah menyinari bumi
bagaikan udara yang masuk ke dalam semua sudut tubuh

bunda....
sembilan bulan lamanya, anakmu berada dalam kandungan
merasakan kehangangatan kasih sayangmu
merasakan perlindunganmu yang tak kenal waktu

bunda...
sampai saat inipun, kau selalu memberikan nasihat bijaksanamu kepada anakmu
bukan karena anakmu bodoh, tapi karena anakmu masih terlalu hijau untuk meniti kehidupan
bukan untuk mengatur langkah anakmu, tapi hanya untuk memberikan pandanganmu


bunda...
walau umurmu tlah senja, kau tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anakmu
tidak ada kata lelah untuk selalu memberikan perhatianmu
tidak ada kata lelah untuk selalu memberikan cinta dan sayangmu

bunda...
tak ada hal lain yang bisa anakmu lakukan untuk membahagiakanmu
selain membalas kasih dan perhatian yang selama ini kau berikan
selain membalas cinta dan sayang yang selama ini kau curahkan

bunda...
anakmu memohon kepada sang Esa
agar kau diberi kesehatan untuk memberikan nasihat bijakmu
agar kau diberi umur panjang agar anakmu punya waktu untuk membalas semua yang tlah kau berikan


SELAMAT HARI IBU - 22 DESEMBER 2005
"Semoga kita semua tidak lupa apa yang tlah diberikan ibu kita kepada kita"

Wednesday, November 30, 2005

Sahabatku

Sahabat...
Sudah beberapa rentang masa kita tak bersua
Mengejar impian dan menikmati rutinitas kehidupan
Sahabat , apakah kau tlah berubah ?
Apakah tlah kau gapai semua asa ?
Apakah kebahagiaan tlah memeluk jiwa ?

Sahabat...
Aku masih ingat masa-masa kita bersama
Berjuang bersama tuk menggapai cita
Peluh, canda, tangis, dan tawa
Seakan-akan menjadi bumbu penyedap persahabatan kita

Sahabat...
Aku berterima kasih untuk segala yang tlah kau berikan
Doa, nasihat, dukungan, perhatian dan lainnya
Persahabatan kita adalah salah satu moment terindah
Dalam perjalanan kehidupan di dunia fana

Sahabat...
Kudoakan selalu agar hidupmu selalu dinaungi kesuksesan
Kudoakan agar kebahagiaan selalu menyertai
Kudoakan persahabatan kita akan abadi selamanya

Your friend is your needs answered. He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside. For you come to him with your hunger, and you seek him for peace. - Kahlil Gibran

ps : buat yang merasa sahabatku, puisi ini untuk kalian semua.

Friday, November 25, 2005

Kupu-Kupu Malam

Hai, bukan salahku aku bekerja seperti ini, aku hanya mengikuti garis nasibku, banyak profesi yang keliatannya lebih terpandang dari aku, tetapi sebenarnya lebih hina daripada yang aku kerjakan, lihatlah para "tikus-tikus" itu, yang bisa tetap berdiri dan melangkah dengan kepala tegap, bagaikan mereka adalah orang-orang suci yang tidak mempunyai dosa sama sekali, tapi lihat akibatnya, seluruh bangsa ini terancam menjadi bangsa yang kere.

Aku memang penjaja cinta, wanita yang menjajakan tubuhnya hanya untuk berusaha mendapat beberapa lembar uang untuk membiayai kehidupannya. Tapi, apa kalian semua tahu, apa yang kurasakan saat aku bekerja ?, pekerjaan ini lebih melelahkan perasaan daripada yang kalian pikirkan. Kalian tidak tahu bahwa kadang aku menangis saat melakukan pekerjaan ini, tetapi aku harus tetap tersenyum untuk menyenangkan tamu-tamuku itu, disaat aku lelah karena telah "melayani" beberapa tamu, aku harus tetap bisa membuat wajah ini keliatan segar, untuk tetap bisa mendapat tamu lainnya, apakah kalian pernah memikirkan itu ? aku sudah bagaikan artis profesional dimana semua hal yang ada dalam pikiran tidak boleh tampak pada wajahku.
Kalian tidak tahu, bahwa saat malam hari setelah tubuh ini serasa tercabik-cabik, aku menangis sendiri dalam kesendirianku.

Benar, aku bekerja sebagai pelacur, sesuai dengan keinginanku sendiri, dan juga aku sadar bahwa aku telah memilih profesi ini, tetapi kalian tidak tahu kenapa aku akhirnya memutuskan untuk menjadi pelacur seperti ini. Kalian tidak tahu, betapa hancurnya perasaanku saat masa muda kalian pupus karena tindakan orang yang tidak bertanggung jawab, dan kalian tahu ? tidak ada yang membelaku saat itu, yang ada hanya cemoohan dan cacian yang kalian hadiahkan kepadaku, sedangkan apa salahku saat itu ? aku hanyalah anak kecil yang kehilangan kesuciannya karena preman-preman pasar itu, tapi kalian yang mengaku sebagai orang yang sudah mempunyai bathin yang kuat dan makan asam garam kehidupan pun mengganggap aku sebagai kotoran yang layak untuk dijauhkan dari kehidupan kalian.
Kemudian, disaat aku mengandung anak - yang kalian sebut sebagai anak haram itu, dimana kalian berada ? kalian tidak memberikan sedikitpun dukungan kepadaku untuk menerima kehadiran anak yang tidak tahu apapun itu, yang kalian lakukan adalah mengusir jauh "kotoran" ini dari "pandangan" kalian.
Siapa yang akhirnya menderita ? aku, aku yang melahirkan anak itu sendiri, aku yang membesarkan anak itu sendiri dan aku yang mendidiknya sendiri, itu semua dari hasil keringatku sendiri, dari hasil profesi yang aku jalani ini, dari pekerjaan yang kalian anggap sebagai "virus jahat" ini. Dari pekerjaan inilah aku berbangga, aku bisa menghargai kehidupan dan kepercayaan yang diberikan Tuhan kepadaku.

Aku sadar memilih pekerjaan ini, karena ini pekerjaan yang membuat aku bisa menghidupi anakku sekaligus kebutuhanku, aku ingin bisa membesarkan anakku dengan kondisi yang cukup dimana aku bisa membahagiakan anakku dengan memberikan apa yang berhak dia terima, apa itu salah ? aku memang hanya lulusan SD, dan aku bisa menjahit, tapi berapa yang bisa dihasilkan oleh penjahit kampung seperti aku ? berapa uang yang bisa aku terima tiap harinya ? sedangkan kalian tahu sendiri, anggota DPR yang mempunyai gaji puluhan juta itu masih mengatakan "KURANG".

Kalian hanya bisa mencemooh, dengan mengatakan, cari pekerjaan lain yang halal, tapi....apakah kalian tidak berpikir ? berapa banyak di dunia ini, orang yang mau memberikan pekerjaan kepada seseorang dengan riwayat pekerjaan seperti aku ? berapa orang di dunia ini yang akan memberikan uang sebagai modal untuk wanita seperti aku ? BERAPA ?

Oleh sebab itu, aku tahu diri, aku akan mengumpulkan uangku dari pekerjaanku ini, persetan dengan omongan dan caci-maki kalian. Aku tahu apa yang aku perbuat ini tidak disukai oleh siapapun, termasuk diriku sendiri. Tapi bagi aku saat ini, pekerjaan ini lah yang paling mungkin aku lakukan, jadi aku tetap akan melakukannya sampai suatu saat aku akan dapat memulai kehidupan baruku, tidak dengan siapa-siapa, hanya dengan anakku yang tercinta.

Anakku, kau tidak perlu tau pekerjaan dan penderitaan yang ibu alami, yang perlu kau tahu adalah bahwa cinta ibumu ini sangatlah besar untukmu, dan tugasmu adalah belajarlah dengan sebaik-baiknya serta raihlah cita-citamu.


This is a fiction story, anything related with this story is only imagination of the author.
Inspired by : Kupu-Kupu Malam (by. Titik Puspa)

Monday, November 21, 2005

Sejenak Menepi

Menyibak pekatnya malam
Menyusuri jalanan yang mulai lengang
Menikmati indahnya lampu jalanan
Merasakan sejuknya udara malam

Ingin menepi sejenak
Keluar dari lingkaran rutinitas
Keluar dari beban yang menghimpit dada
Keluar dari jerat kehidupan

Rasa gembira menyelinap di relung dada
Seakan tak ada masalah di depan
Yang ada hanya kesenangan
Tuk menikmati kehidupan

Tapi, sudah saatnya kembali ke kehidupan
Saatnya kembali kepada yang nyata

Semua ini bukanlah hukuman
Melainkan anugerah dari Nya
untuk umat ciptaan, yang tertinggi derajatnya
untuk menjadi sama dengan citraNya.


Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy. - Kahlil Gibran

Thursday, November 17, 2005

Kau

Sedih kurasa
Saat kau tak disana
Menangis pilu
Mengenang kepergianmu

Kau ajarkanku
Rasa rindu
Rasa sayang
Rasa cinta

Kini kau tlah pergi
dan tak mungkin kembali
ku hanya bisa berdoa
Semoga kau selalu bahagia

reposted from my previous blog - Friday, July 23, 2004

Monday, November 14, 2005

Menyayangmu

Menyayangmu...
Suatu anugerah terbaik untukku
Walau masa tlah berlalu
Rasa sayangku trus bertumbuh

Mencintaimu...
Dengan segenap jiwa ragaku
Dengan sepenuh hatiku
Dengan semua kebisaanku

Memilikimu...
Kujaga selalu
Kurawat selalu
Kulindungi selalu

Membahagiakanmu....
Memberi kebahagiaan tersendiri untukku
Memberi gairah dalam jiwaku
Menambah cintaku untukmu

Sayangku, semoga kau selalu bahagia disisiku

Special for my lovely wife

Friday, November 11, 2005

Cinta

Ketika dia datang
serasa diri melayang
serasa bahagia tak kan padam
serasa surga tergenggam

Bila dia berlalu
tak ada lagi senandung lagu
tak ada lagi canda tak ada lagi wajah ceria

Yang ada hanya
tangisan
hati gundah
dan keputusasaan

(inspired by my old friend)

Reposted from my previous blog - Tuesday, July 27, 2004

Thursday, November 10, 2005

Bidadariku

Gerak manjamu
mengusik jiwa lelahku
membakar nurani jiwa
yang tlah membeku sekian lama

Sinar matamu yang lembut menggoda
memberikan keteduhan hati
menyegarkan kelesuan tubuh rapuh ini
sekaligus mengobarkan gairah kehidupan

Bibir mungil nan merah itu
menambah keceriaan hidup
memberikan sentuhan kegembiraan
dalam kungkungan rutinitas kehidupan

Wahai, bidadari
mari berjalan bersama
mengarungi samudra kehidupan
tuk menuju kebahagiaan menanti

Wednesday, November 09, 2005

Kehidupan

Melewati jejaring waktu
Menapaki jalan yang berliku
Terlintas foto kenangan
Setiap phrase kehidupan

Melarikan masa
Tak terkira kan berulang
Bagai angin menyapa
kulit kefanaan

Nikmat semata
Hilang saat berkejap
Sembilu terasa
Bagai duduk di palungan

Sang musuh berdiri dengan angkuhnya
menikmati angkara di jiwa
Meraja kemunafikan
Dilanda cemburu yang membuta

Hilang sudah kesucian
Ternoda khayal pikiran
Berpendar rasa tak jua menyapa
Menanti jiwa merindu cinta

Tak ada lagi tersisa
hanya rindu yang terbias
smoga tak lekang asa
tuk berani menunduk pada sang Esa

Friday, October 28, 2005

Selamat Idul Fitri

30 hari lamanya
berusaha menahan gejolak dalam dada
tuk tunaikan perintah agama
agar menjadi manusia seutuhnya

30 hari lamanya
Merasakan menjadi seorang papa
Merasakan menjadi tak berpunya
Merasakan menjadi ciptaan Nya

30 hari lamanya
seakan tak terasa
menikmati itu semua merupakan anugerah terindah
dalam setahun menjalani realitas

Hari ini kemenangan tlah tiba
bersilaturahmi dengan sesama
mempererat persaudaraan
memperbanyak cinta

Hari ini, hari Idul fitri
ku hanya meminta pada sekalian
Mohon Maaf lahir dan batin
Semoga damai memancar dari hati

NB : buat temen-temen dan pembaca yang merayakan Idul Fitri, "Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Wednesday, October 26, 2005

Kenapa ?

Sayang,
masa berlalu tak terasa
rasanya baru beberapa masa
kita mulai merajut cinta dalam palung jiwa kita

Kasih,
Aku rasa cinta kita akan menuju ke pernikahan suci
tak ku sangka kau menghapus semua mimpi
kau ingin kita memutus tali cinta dari hati

Sayang,
Kenapa kau lakukan semua ini saat kita sudah siap tuk melangkah ?
Kenapa kau tega memberi sebuah duri dalam jiwa kita ?
Apakah karena sudah tak ada rasa sayang ?

Kasih,
dari bibir yang selalu terlihat manis
ku dengar alasan perpisahan ini
kepercayaan adalah pilihan yang tak bisa terganti

Sayang,
Tak kusangka itu alasan yang kau ucapkan
Bukankah cinta ada di jiwa
tuk menghapus perbedaan yang ada ?

Kasih,
Tak adakah jalan lain
Tuk tetap menjaga tali kasih ini ?
Tuk tetap menjadikanmu permaisuri hati ?

Sayang,
jika memang kau berkeras
Kurelakan kau memutusnya
Kurelakan kau tuk menghilang dari jiwa

Kasih,
Ku kan tetap menjadi kekasih hati
Ku kan tetap berdoa untuk permaisuri hati
Ku kan tetap mengingat bahwa engkau pernah mengisi hari

Friday, October 21, 2005

Admonition

Apa yang kau dengar, sayang ?
Ceritakan pada ku semua
Janganlah hati mu resah karenanya
Karena tak semua benar adanya

Tak semua harus kau utarakan pada dunia
ada beberapa yang harus kau simpan di lubuk terdalam
ceritakan hanya pada yang kau cinta
ceritakan hanya pada yang kau percaya

Tetapi,
selalu ceritakan pada diri sendiri
selalu ceritakan pada hati nurani
selalu ceritakan pada sang Hyang Widi

Tak perlu membebaskan nafsu tuk menyelesaikan masalah
karena nafsu itu hanya akan membuat tumpul rasa
karena nafsu itu hanya akan membuat tumpul nurani jiwa
karena nafsu itu hanya akan mempuat tumpul pikiran

Kita hanya orang-orang bodoh yang diberi kesempatan
Tuk menikmati kehidupan indah
Tuk menjalankan kehendakNya
Tuk berusaha menuju citraNya

Berbesar hatilah untuk semua
bahwa segala sesuatu pasti ada waktunya
selalu ingatlah padaNya
bahwa kita hanyalah serpihan debu dalam penciptaanNya

Tuesday, October 18, 2005

Sayang

Kasih,
maafkan aku
yang tak bisa mengerti
akan keinginan dirimu

Ku ingin
buat kau gembira
buat kau bahagia
buat kau tersenyum

Maafkan daku
terlalu pentingkan diri
tak pahami dirimu
butuh perhatian dariku

Ku kan coba
tuk pahami dirimu
tuk luangkan waktu

semoga
kau tau
betapa besar dirimu
bagiku

Reposted from my prev blog - 28 July 2004

Friday, October 14, 2005

Untuk Malaikat Kecilku

Cinta,
Baru beberapa masa
Kau hirup udara dunia
Kau ciptakan riang untuk keluarga kita

Sayang,
Kakakmu tertawa dan bersorak
Menyatakan sukacitanya
Ayahbundamu bersujud tuk berterima kasih padaNya

Kasih,
Sekarang kau telah berpulang
Pada Sang Khalik
Sang pemberi nafas kehidupan

Ananda,
Ayahanda hanya bisa berdoa
Agar kau tenang di sisiNya
Agar kau senantiasa bahagia disana

Ananda,
Walau kau tlah tiada
Kau akan tetap hidup dalam hati ayahbunda
Kau akan tetap jadi malaikat kecil bagi kami semua

Deep condolence for Mr. Ngadiman, i am so sorry to hear that, but God should have a nice plan for you and your family behind this, so please dont be sad.

Thursday, October 06, 2005

Indonesia, Jangan Menangis (lagi)

Seorang gadis kecil
Duduk seorang diri
Tersedu-sedu menangis
Berusaha menahan kesedihan hati

Melihat orang tersayang
Membujur kaku dengan luka menganga
Terlibas tangan-tangan orang tak bertanggung jawab
Yang hanya berani tetapi tak punya otak

Derita nestapa tak terbayangkan
Masa depan yang semakin memburam
Tak tahu kemana harus berjalan
Seakan langit runtuh, rata ke tanah

Apakah sudah tak ada nurani di hati ?
menghilangkan berpuluh-puluh jiwa
melukai beratus-ratus orang
menyengsarakan beribu-ribu orang

Tak ada lagi yang tersisa
hanya airmata yang terus berderai
dan hati yang nelangsa
tak tau sampai kapan kan hilang

Akankah hal ini kan terus berulang ?
Sampai kapan harus hati harus trus terluka ?
Apakah tak ada hal yang bisa dilakukan,
'tuk mendamaikan nusantara ?

dedicated special for : orang-orang yang melakukan tindakan yang membuat sedih bangsa Indonesia.